Tuesday, February 3, 2015

Bermain Air

Kemandirian | Latihan Hidup Sehari-hari | Multiple Intelligence | Kecerdasan Kinestetik


Biasanya, setiap saya sedang melakukan pekerjaan rumah tangga, Azka saya bolehkan berpartisipasi -kamu tahu, anak-anak adalah manusia yang paling tulus, selalu ingin membantu, kecuali untuk beberapa pekerjaan yang belum memungkinkan saya untuk mengikutsertakannya seperti mencuci piring dan menyetrika.

Jika tidak membutuhkan waktu terlalu lama menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan itu, Azka saya minta menunggu -kalau ia sudah bosan bermain sendiri. Lalu, ia akan berdiri didekat saya, memperhatikan apa-apa yang saya lakukan, sesekali berjoget jika pekerjaan saya menciptakan bunyi-bunyian teratur yang dianggapnya musik, atau mengajak saya ngobrol; ia menyebut berulang-ulang nama-nama benda yang sedang saya pegang lalu meminta saya untuk juga menyebutkannya.

Namun, jika saya membutuhkan waktu lama untuk meyelesaikan segala pekerjaan itu, biasanya saya menyibukkannya dengan kegiatan yang takpernah bosan ia lakukan; bermain air.

Saya dudukkan Azka di high chair dan saya beri ia sedikit air (layak minum) di dalam cangkir. Juga, saya sediakan sendok dan mangkok. Ia pun akan sibuk menuang air dari cangkir ke dalam mangkok, lalu menuangnya kembali ke dalam cangkir, menuangnya lagi ke dalam mangkok, begitu seterusnya. Kadang-kadang ia menyendok air dari cangkir, mangkok, atau tray lalu menyeruputnya dari sendok. Kadang-kadang Azka mengaduk-aduk air dengan sendok seperti yang biasa ia melihat saya mengaduk minuman. Kadang ia juga menyeruput air langsung dari cangkir atau mangkok. Tak ketinggalan, ia juga memukul-mukul air yang tumpah di tray-nya sehingga cipratan air mengenai mukanya, lalu tertawa senang.

Sering juga, sambil bermain ia berceloteh sendiri (bahasa Azka saat usia 18 bulan); ain (air), ninom (minum), ce cum (sendok), cah cii (cangkir), kokou (mangkok), kmpaa (tumpah), caa ah (basah), ninin (dingin), kmja (jatuh: ketika peralatannya ada yang jatuh atau sengaja dijatuhkan), baa ah (tambah).

Kalau airnya sudah habis, Azka akan berulang-ulang bilang "tambah". Jika saya tidak langsung datang, ia menunggu sambil berdiri di high chair, duduk di tray, atau berusaha menjangkau benda-benda yang ada di meja makan.

Balita mana yang tidak senang main air. Saya lebih memilih menyibukkannya dengan air ketimbang menyibukkannya dengan tontonan, walaupun tontonannya sesuai usia dan diklaim sebagai tontonan yang mendidik, sebab saat ini perkembangan kemampuan berbicara dan berbahasanya sedang berlangsung pesat. Setiap saat ia mengulang kosa kata yang sudah diketahuinya, juga setiap saat kosa katanya dapat bertambah. Saya mengamati, pertambahan kosa kata pada bayi sangat tergantung dari intensitas eksplorasinya terhadap hal-hal baru yang ditemuinya di lingkungan. Saat ini kosa kata yang diketahui Azka juga sudah lumayan banyak. Mendudukkannya di depan televisi selama beberapa jam setiap hari, bagi saya, itu berarti mengurangi waktunya untuk eksplorasi lingkungan, latihan berbicara, dan menambah kosa kata. Selain itu, mendudukkannya di depan televisi selama beberapa jam setiap hari juga akan mengurangi waktunya untuk mengembangkan kemampuan motoriknya. Meski -jujur saja, menyibukkannya dengan bermain air, lebih repot. Setelahnya, saya harus mengepel lantai, mengeringkan high chair-nya, lalu mengganti baju dan popoknya.

Akan tetapi, saya merasakan, banyak pembelajaran yang didapatkan Azka dari bermain air. Tiba-tiba saja pada suatu waktu, saya melihatnya (saat itu berusia 16 bulan) minum langsung dari cangkir dengan santainya, seperti orang dewasa minum dari gelas (itu tanda otot-otot yang berhubungan dengan kegiatan minum sudah berkembang). Bedanya, ia masih memegang cangkir dengan kedua tangannya. Padahal selama ini Azka masih minum dengan sedotan. Lalu, kemampuannya makan sendiri dengan sendok juga makin stabil, salah satunya karena sering menyendok dan menyeruput air dari sendok.

Kadang-kadang, ketika ia meminta bermain air, entah itu pada sesi setelah makan atau pada saat ia sudah bosan berjalan ke sana ke mari, ada rasa malas untuk mengizinkannya, sebab sudah terbayang duluan acara repot-repot setelahnya. Namun ingatan tentang kemampuannya menyediakan minum untuk dirinya sendiri (menuang, menyendok, mengaduk) atau bahkan membikinkan saya atau abinya minuman akan dapat berkembang sedini mungkin dengan latihan-latihan itu -sehingga tugas saya membikinkan minuman sudah bisa diambil alih olehnya (hohohoo...), cukup mampu menguatkan mental saya, lalu mengizinkannya. Kecuali bila di malam hari, di atas pukul sembilan malam ia masih meminta bermain air, saya sudah tidak izinkan, sebab saya juga menerapkan aturan bebas yang berbatas (yang nanti juga akan saya bahas dalam tulisan lain).

Sejak usianya hampir memasuki 19 bulan, kegiatan bermain air Azka tidak lagi hanya sebatas di high chair, akan tetapi juga di kamar mandi ketika saya sedang mencuci bajunya (khusus baju Azka saya cuci manual). Setiap saya mencuci, ia pasti ikut serta; juga ikut menyikat baju, membilas, serta memeras. Jika ia sudah bosan ikut-ikutan kegiatan mencuci, ia akan bikin aktivitas sendiri; menyiduk air dari bak lalu menumpahkannya ke ember, memindahkan air dari ember ke ember, mengelap dinding kamar mandi dengan baju yang sudah saya cuci, menyikat lantai kamar mandi, dan lainnya.

Salam,


Ananda Putri Bumi

5 comments:

  1. Anak-anak belajar mengeksplorasi dari sekitarnya dan itu bermanfaat utk pengembangan diri

    ReplyDelete
  2. Banyak ya mak kosakata azka. Tfs y mak. Bermanfaat sekali nih. Ilmu nih ilmu

    ReplyDelete
  3. Bakat nulis bisa tersalurkan kembali nih sist... sekalian kita-kita semua bisa lepas kangen sama ponakan.....

    ReplyDelete